Di Sydney, lonjakan harga emas membuat orang-orang rela mengantre panjang di depan toko emas untuk mendapatkan logam mulia tersebut.
Alasan yang mungkin lebih masuk akal adalah peningkatan permintaan reksa dana berbasis emas (ETF emas).
NB: Karena harga emas yang fluktuatif dan terus bergerak, harga terkini dan resmi untuk transaksi adalah harga di cabang-cabang kami. Harga di atas hanyalah harga gambaran emas pada hari ini atau update terakhir. Namun kami akan mencoba yang terbaik untuk memberikan harga terkini di Internet site kami.
Harga emas melemah pada awal pekan seiring perhatian Trader beralih ke sejumlah pertemuan penting lender sentral world. Kondisi ini terjadi di tengah belum adanya kemajuan diplomatik untuk mengakhiri konflik Iran yang turut mendorong kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi.
Di tengah ketidakpastian world, emas sering menjadi pilihan utama investor untuk mengamankan aset. Lalu, apa saja alasan utama yang membuat harga emas terus naik dari waktu ke waktu?
Misalnya Australia. Negara kanguru ini merupakan produsen emas terbesar ketiga sedunia dengan setidaknya kadar kandungan emas sekitar 19%. Dengan aset ini, Australia akan diuntungkan dari kenaikan harga emas.
Analis independen Ross Norman mengatakan ketegangan geopolitik masih berlangsung meskipun tidak berada pada stage tertinggi.
Alasannya karena AS dan negara-negara Barat sering menggunakan sanksi keuangan sebagai alat politik, misalnya membekukan aset atau membatasi transaksi negara tertentu.
Dari kejadian tersebut, negara-negara berkembang harga emas hari ini menyadari risiko ketergantungan terhadap sistem keuangan international yang didominasi Barat.
Harga emas umumnya berbanding terbalik dengan nilai mata uang, terutama dolar AS. Ketika mata uang melemah, harga emas cenderung naik karena emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Alasan pertama adalah menguatnya ketidakpastian ekonomi akibat kenaikan utang pemerintah. Kondisi ekonomi internasional diperburuk dengan penangguhan sebagian aktivitas pemerintahan AS akibat mandeknya anggaran.
Upaya de-dolarisasi oleh negara-negara berkembang diperkirakan akan terus terjadi. Negara berkembang kini cenderung berpandangan bahwa mata uang negara-negara Barat adalah aset berisiko karena memiliki peluang sanksi keuangan.
Ketika inflasi tinggi, masyarakat dan Trader berusaha mempertahankan kekayaan mereka dengan membeli emas. Permintaan yang meningkat inilah yang mendorong harga emas terus naik.
Kenaikan ini melesat dibandingkan prediksi para analis. Harga emas kini hampir dua kali lipat dibanding awal 2024.
Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
